Wanita yang dicintai suamiku

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak-2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.


Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-2, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu-lucu. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya. Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?" Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu, 



Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.


Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya. Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-2 merek tas dan baju.


Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku. Mario terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
****************
Setahun kemudian...Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.


" Mario, suamiku....
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....

Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario. Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?" Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima"

Di surat yang lain,

".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "

Disurat yang kesekian,
".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .....
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini...


"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor. Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ........."
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ? Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku....

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.



*)
Kiriman NOTES seorang teman via FB
Read More >>

Mencegah Asam Urat

Mencegah dalam artian mencari cara agar kadar asam urat dalam tubuh tidak melonjak.  Menjaga agar kadar asam urat tidak meningkat adalah bagian penting dari target jangka panjang mencegah asam urat berlebih. Karena asam urat sebenarnya ada secara alami di dalam tubuh, jumlahnya bisa meningkat karena ada faktor dari luar, misalnya makanan.  Ada beberapa trik agar asam urat tidak melejit jumlahnya.


Menurut situs Best Gout Remedies, caranya adalah sebagai berikut :
1.  Menghindari makanan yang kaya purin
Tukar dengan makanan rendah purin atau yang kadar purinnya sedang-sedang saja. Untuk jenis makanan dengan kadar purin masing-masing; silakan lihat penjelasan di bagian akhir.
2. Kurangi asupan minuman beralkohol
Atau lebih baik dipangkas saja sekaligus. Minuman beralkohol, terutama bir, adalah jenis minuman dengan kadar purin tertinggi. Jika tidak dapat rneninggalkan alkohol, minumlah dengan porsi sedang, yaitu tidak lebih dari satu atau dua gelas wine sehari.
3. Minum banyak air
Terutama minuman yang diionisasi atau yang mengandung mineral. Minumlah delapan hingga 12 gelas sehari.  Kurangi  konsumsi air alkalin dan jangan minum air berbaking soda, sebab mengandung banyak garam.
4. Minum susu dan jus jeruk
Menurut beberapa riset, susu menurunkan kadar asam urat. Jika Anda potensial menderita asam urat, risikonya dapat diturunkan bila minum segelas susu setiap hari. Satu gelas susu dapat menurunkan asam urat hingga 0,25 mg/dL, Demikian pula dengan jus jeruk, walau kedigdayaannya sedikit di bawah susu.
5. Minum kopi
Dalam beberapa penelitian, didapat hasil bahwa kopi dapat menurunkan risiko terkena asam urat.  Kopi juga dapat sedikit menurunkan risiko terkena asam urat. untuk mereka yang telah terkena.
6. Santap ceri, seledri, stroberi
Makan buahnya atau minum jusnya. Semuanya mengandung komponen yang mampu memerangi asam urat. Beberapa pasien melaporkan, nyeri karena asam urat langsung hilang karena ceri. Buah beri juga bisa membantu pencegahan. Empat besar buah beri yang disarankan adalah elderberi, stroberi, bluberi, dan bilberi. Semuanya dapat mencegah asam urat karena kaya antioksidan, berpurin rendah, dan tidak terlalu asam. Beri  paling oke?  Stroberi!
7. Multivitamin
Minimal asup satu tablet multivitamin setiap hari. Pilih yang paling kuat dan mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, dan zinc, terutama untuk mereka yang telah berusia di atas 40 tahun.
8. Turunkan berat badan
Jika Anda termasuk kelebihan berat, sebaiknya turunkan berat badan. Penurunan berat badan adalah tip paling penting dalam pencegahan asarn urat, meski yang paling sulit untuk dilakukan.
9. Minum vitamin C
Asupan vitamin C sebanyak 500 mg setiap hari, menurut sebuah penelitian, terbukti  dapat mencegah asam urat.
Daftar Makanan dan Kadar Purin yang:
1.                  Tinggi : ikan hering, sardin, teri, hati (dari semua jenis hewan), kaldu, daging jeroan, ikan tuna, ikan trout, lobster dan keluarganya, udang, kerang, minuman beralkohol.
2.                  Sedang : ikan (kecuali yang telah disebutkan di kategori tinggi), polong-polongan termasuk kacang-kacangan (kedelai, kacang pea), daging sapi, daging domba, daging babi, ayam, kalkun, jamur, bayam, asparagus, lentil.
3.                  Rendah : telur (dan juga putih telur), buah-buahan (termasuk beri) susu, mentega, keju, yogurt, krim, es krim, kentang, produk biji-bijian (roti, krakers, pasta, mi, spageti, beras), kacang-kacangan dan biji-bijian, cake, biskuit, sereal, zaitun, cuka, minyak sayur, gula cokelat, acar dari sayuran, kimchi.

Maka untuk Penderita asam urat yang sebaiknya dilakukan adalah:.
- Memakai baju hangat jika cuaca sedang dingin
- Memastikan tekanan darah dalam level normal
- Menghindari dehidrasi
- Menghindari perut kosong dalam waktu lama
- Berolahraga tetapi hindari latihan berat


Sumber artikel: dechacare.com
Read More >>

Let’s Unfollow Under Estimate

Dengan Bismillahirrahmaanirrahiim mencoba ikut sharing kisah, tepatnya my true story several years ago yang related dengan tema Jambora On the Blogcamp: Sikap underestimate yang merugikan dimana Sikap under estimate terhadap kemampuan diri sendiri sesungguhnya merugikan karena bisa mengakibatkan hilangnya kesempatan dalam banyak hal. Dengan narasi yang senada: You’ll never know until You try it atau yang sering saya baca : Menyerah kalah sebelum terjun ke medan pertempuran. Pernah saya bilang pada seseorang, kenapa tidak mencari tahu dulu akan seperti apa hasilnya daripada membuat kesimpulan tanpa melakukan apa-apa. Akan jauh lebih membahagiakan [tidak penasaran] jika kita sudah berusaha meskipun hasilnya belum seperti yang diharapkan. 

Dan jika diperhatikan memang statement atau sikap yang bernada under estimate sering terjadi di sekitar kita. Dan yang bikin emosi level dewa manakala jika belum selesai kalimat diucapkan langsung direspon secara straight to the point dengan satu kalimat “ Aku tidak bisa !”. Jika sudah seperti ini, kadang saya menjadi orang yang SARA [baca: straight academic rapit alert] pada orang-orang yang jelas welcome educated dan sinkron disiplin ilmunya dengan segmentasi yang sedang di-floor-kan. Lha ilmu ghaib saja bisa dipelajari, apalagi hal-hal yang katon ~ terlihat, referensinya ada, yang dimintai advise juga available, gugling juga mudah....etc.


Keep on movin and skip ‘mereview’ orang lain, karena saya juga pernah bersikap under estimate pada diri saya sendiri [semoga saya bisa under control untuk TIDAK under estimate pada kemampuan orang lain] salah satunya adalah saat menjelang test masuk ke kuliah. Saya yang nota bene tidak pernah mengikuti bimbel dan beberapa aspek lainnya yang tidak cooperative ‘membuat’ saya di hinggapi rasa keder alias nyali ciut melanjutkan langkah kaki ke jenjang perguruan tinggi. Dan seolah tahu akan keraguan saya, salah satu Guru SMA saya saat itu mensupport saya untuk ikut test PTN dengan mantra Man Jadda wa Jadda tapi dalam versi beliau, “Yang penting kamu persiapkan diri semaksimal mungkin untuk ikut ujiannya dulu..urusan bagaimana nanti InsyaAllah akan ada jalan yang terbuka untukmu” demikian Pak Sri Ngesti meyakinkan saya. Dan beliau benar adanya, dengan segenap persiapan saya berlatih kumpulan soal-soal mulai era saya belum lahir, Alhamdulillah saya bisa diterima di PTN tersebut dan kondisi yang sebelumnya tidak cooperative untuk stand up di bangku kuliah, step by step bisa saya adjust menjadi friendly.

Sikap under estimate [lainnya] yang pernah crowded saya alami lagi kala jelang ujian Tugas Akhir. Saya yang kala itu mengambil judul “Pembuatan Ethylene Dichloride dari bahan Ethylene dan Chloride dengan Proses Chlorinasi Langsung” sangat kelabakan saat dosen pembimbing meng’eksekusi jika saya harus maju sidang sesuai jadwal yang kurang dari 2 bulan [sebelumnya saya sudah menyatakan mundur dan akan ikut sidang pada semester berikutnya]. Alasan saya karena dengan sisa waktu tersebut saya anggap time space-nya kurang, karena proses pengerjaan saya baru selesai sekitar 40% dan jenis perusahaan tersebut saat itu belum ada di Indonesia sehingga saya harus mengandalkan studi literatur dari buku-buku perpustakaan [akses internet masih barang yang langka]. Sebenarnya kesulitan saya bukan pada literature-nya, toh stock buku-buku engineering tersedia dengan lengkap. Yang bikin head ache dan membuat saya memutuskan untuk delay maju sidang adalah menuangkan isi buku dalam draft Tugas Akhir saya yang berbasis raw material berfasa gas dengan tenggang waktu tak lebih dari 2 bulan! “ Yang penting kamu kerjakan..selesaikan sebisamu...urusan lulus atau tidak..itu nanti!” sekali lagi saya mendapatkan injeksi mantra Man Jadda wa Jadda dan singkat cerita saya memang ‘terpaksa’ maju sidang sesuai jadwal dan Alhamdulillah lulus meski tidak mendapat nilai A.

Jadi memang benar adanya bahwa there is good will then there is a way, under estimate akan kemampuan diri memang wajar dan manusiawi kok. Yang tidak wajar dan MERUGIKAN jika hal tersebut dipelihara dan dijadikan dogma setiap kali berhadapan dengan suatu tantangan/kesulitan. So, Let's unfollow under estimate


Do your best, Let GOD take the rest
and no matter the result it will be the best..
Even if you failed, you’re still the winner of your self



Artikel  ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul
Sikap underestimate yang merugikan tanggal 13 Juni 2012
Read More >>

6 Tips Mencuci Bra & Lingerie dengan baik

6 Tips Mencuci Bra & Lingerie dengan baik


6 Tips Mencuci Bra & Lingerie dengan baik

lingerie atau pakaian dalam memiliki bahan dan jenis berbeda dari pakaian biasa,Cara mencuci yang salah dapat membuat bra dan lingerie kesayangan menjadi rusak. Ada tips khusus untuk mencuci bra dan lingerie dari bahan halus seperti sutera atau renda. Tips ini berdasarkan info dari online shop lingerie indonesia gaun-sexy (
http://juallingerieonline.com/) yang sudah berpengalaman di bidang lingerie . silahkan pahami 6 Tips Mencuci Bra & Lingerie dengan baik di bawah ini :


1. siapkan kantung khusus
Yang pertama kali harus Anda siapkan adalah kantung khusus untuk mencuci lingerie. Kantung ini untuk memisahkan bra dan lingerie Anda dari cucian yang lain.

2. Jangan lupa kaitkan bra Anda
Sebelum mulai mencuci, pastikan untuk mengaitkan bra-bra Anda. Ini akan mencegahnya saling menyangkut satu sama lain. Bagi Anda yang mencuci dengan mesin cuci, putaran mesin juga akan membuat tali bra Anda menjadi melar jika tidak dikaitkan.

3.Detergen + Pelembut
Tuangkan deterjen secukupnya, dan tambahkan beberapa tetes pelembut pakaian . Masukkan air, kemudian pastikan deterjen telah tercampur dengan air.

4.Waktu Rendam
Rendam lingerie dan bra selama 15-25 menit dalam air yang sudah diberi deterjen. Remas-remas kantong cuci secukupnya, hingga Anda yakin tak ada kotoran lagi yang tersisa. Tak perlu menyikat atau mengosok kantong berisi lingerie itu terlalu kuat.

5
Cuci pakaian dalam dengan menggunakan tangan
Umumnya pakaian dalam dibuat dengan bahan yang lebih halus dan lembut, jika sering terkena gesekan dengan mesin cuci, bisa jadi pakaian dalam Anda tak bertahan lama.namun Bagi yang memakai mesin, atur putaran ke yang paling lemah, dan putar selama lima menit saja dan jangan di peras hanya di kibas-kibas.

6. Jangan mengeringkannya dengan mesin pengering
 karena akan membuat bahan lembut lingerie Anda rusak. Keringkan secara alami di bawah sinar matahari. jemur dengan 2 penjepit baju atau hanger khusus pakaian dalam lalu setrika dengan suhu kecil dan terakhir simpan dalam lemari atau pack khusus lingerie.

sekian dari 6 Tips Mencuci Bra & Lingerie dengan baik,  singkatnya sebelum mencuci baca label pada pakaian dalam, pisah pakaian dalam dengan baju lain, cuci pakai tangan bukan mesin cuci, jangan mengunakan deterjen yg keras, dan jangan di peras hanya di kibas-kiba. semoga bermanfaat
Read More >>

Weekly Photo Challenge: Today

Panen Pisang..



Dan Pisang baru saya panen jika sudah di 'cicipi' seperti ini:





Read More >>